Selasa, 11 Desember 2007

Pengkaderan HmI: "Antara Harapan dan Kenyataan"


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah salah satu Organisasi Kemasyarakatan dan Kepemudaan (OKP) yang ada di Indonesia, mempunyai fungsi sebagai organisasi pengkaderan dan berperan sebagai organisasi perjuangan. Kedua hal tersebut membawa semangat yang luar biasa sehingga para kader HMI mampu memberi kontribusi yang positif dalam setiap perubahan yang terjadi di Indonesia.

Fungsi HMI sebagai organisasi pengkaderan yang mampu menjadikan HMI besar di kalangan OKP yang ada di Indonesia, pada saat ini menjadi bahan telaah dalam diskusi-diskusi para kader baik junior maupun senior HMI sendiri. Fenomena kemunduran HMI sekarang yang semakin parah dirasakan adalah semakin berkurangnya minat mahasiswa dan beragama Islam untuk menjadi anggota HMI. Yang lebih parah lagi, ketika sudah menjadi kader HMI mereka tidak tahu akan status, fungsi dan perannya sebagai kader HMI. Dari diskusi-diskusi yang ada berbagai pendapat muncul yang semuanya mengkerucut pada satu pemaslahan yaitu pengakaderan HMI yang tidak sesuai harapan dan kenyataan.

Menurut salah seorang kader HMI yang tidak mau disebut namanya ”Saya sebenarnya tidak tahu untuk apa saya masuk HMI, tapi setelah saya pelajari dan saya ikuti kegiatan-kegiatan yang ada di HMI saya menjadi tahu untuk apa saya masuk HMI, tapi yang menjadi persoalan adalah saya kurang mengerti mengapa sekarang HMI tidak segagah yang dulu baik dari segi gerakan maupun segi pengkaderannya? Pernyataan tersebut merupakan keluhan umum pada semua kader HMI, untuk merasakan dan mencoba bangkit tapi tidak bisa, mungkin karena sistem dan pola pengkaderannya sudah rusak dan perlu direfresh kembali sehingga mampu membangkitkan semangat para kader HMI untuk kembali berjuang mengatasi permasalahan-permasalahan umat.

“Pengkaderan HMI sudah mencapai titik kronis, dimana dari segi pola pengkaderan HMI sendiri mengalami kemunduran dalam kualitas” ungkap salah satu senior HMI. Beliau menambahkan dengan nada kesal “permasalahan pengkaderan HMI ini adalah permasalahan kita bersama sebagai kader HMI baik anggota, pengurus maupun alumni HMI. Karena jika hal ini dibiarkan, bisa jadi umur HMI tidak akan lama lagi. Kalaupun masih ada, HMI akan tetap seperti sekarang, menjadi pelengkap sederetan organisasi-organisasi mahasiswa, tanpa mampu berbuat apa-apa dalam setiap momentum perubahan ke arah perbaikan kehidupan umat. Sebagai contoh adalah pelaksanaan Latihan Kader I (basic training), dimana kualitas materi dan pematerinya dipertanyakan?? Apakah sesuai atau tidak untuk pola pengkaderan HMI pada saat ini. Follow-up yang tidak dijalankan oleh pengurus HMI akan menambah kesempurnaan mundurnya HMI. Maka kita tidak usah heran, jika kader HMI sekarang tidak ada bedanya dengan mahasiswa biasa.”

Setelah sadar akan kekurangan maka solusi harus muncul untuk mengembalikan HMI pada Khittahnya sebagai organisasi pengkaderan dan organisasi perjuangan. Salah satunya dikenal dengan “Senior Turun Gunung”. Senior atau alumni HMI adalah salah satu komponen yang harus bertanggung jawab atas kemundurun HMI pada saat ini. Sudah saatnya mereka menurunkan gengsi untuk turun kembali membenahi kerusakan-kerusakan yang ada di HMI ini. Seperti istilah ‘kacang lupa pada kulitnya’, sekarang banyak alumni tidak lagi perduli dengan HMI, dan hanya sebagian kecil yang perduli, karena menganggap HMI-lah yang menjadikan mereka besar dan sukses.

Permasalahan pengkaderan sangat kompleks sehingga membutuhkan kerjasama yang baik antara anggota, pengurus maupun alumni HMI. Karena kalau salah satu komponen tersebut tidak maksimal, maka jelas akan tetap menghasilkan hancurnya identitas HMI dimasa yang akan datang.
YAKIN USAHA SAMPAI
(by.Simbah,M.Gk)

Tidak ada komentar: