Senin, 10 Desember 2007 (Kemarin) Pihak Pro Agusrin kembali menggelar aksi mereka menuntut anggota dewan untuk menandatangani mosi percaya gubernur. hasilnya mereka mendapatkan tanda tangan hanya dari tiga orang saja.
Dalam aksinya mereka membawa sebuah boneka yang merupakan simbol provokator. mereka menganggap kelompok mahasiswa dan masyarakat yang kontra terhadap kepemimpinan gubernur sebagai provokator yang sama artinya dengan PKI.
Sementara PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang mengusung duo Agusrin-Syamlan hari ini mengeluarkan press realease di salah satu harian bengkulu yang menyatakan bahwa mereka tetap memantau kinerja gubernur dan wakil, tetap mendukung dan menyesalkan adanya anggota fraksi PKS yang menandatangani mosi tidak percaya beberapa waktu yang lalu.
Sebagian masyarakat sudah tidak perduli lagi akan dikemanakan Bengkulu ini. Karena yang mereka tahu adalah bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidup yang dirasa sangat sulit pada saat perekonomian seperti sekarang. Sebagian masyarakat sendiri heran dengan aksi-aksi yang dilakukan oleh Ibu-ibu dan anak-anak yang sebenarnya mereka tidak tahu apa yang mereka tuntut. "Yang penting bisa kasih makan anak bini," tutur salah seorang pedagang di Bengkulu.
Selasa, 11 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar